Cim Stordal remaja 15 tahun yang menemukan celah kerentanan di website dan perangkat lunak milik Google, Facebook, Apple, dan Microsoft
Bermula dari hobinya mengutak-atik kode html(coding), seorang remaja 15 tahun asal norwegia, Cim Stordal berhasil menemukan celah kerentanan di website dan perangkat lunak milik Google, Facebook, Apple,dan Microsoft. Namun hebatnya entah mungkin karena kepolosannya atau memang niat hatinya yang tidak aneh-aneh, penemuannya ini tidak digunakannnya untuk melakukan aktivitas merugikan (cracker) tetapi malah sebaliknya, mengingatkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk lebih meningkatkan keamanan.
Maka atas dasar hasil temuannya itu, Cim Stordal didaulat masuk ke dalam Google Security Hall of Fame, juga terpilih sebagai White Hats Facebook Security, dipercaya sebagai pelapor potensial isu keamanan Apple, dan terpilih sebagai peneliti keamanan Microsoft. Dya mengungkapkan Dari White Hat Facebook, dya mendapatkan kartu elite White Hat Visa yang terisi uang sebesar 500 dollar AS. mendapatkan kartu self-persistent XSS (cross-site scripting flaw) dari Facebook, dan non-persistent XSS dari Google, Microsoft, dan Apple, Cross-site scripting (XSS) sendiri adalah tipe dari kerentanan keamanan komputer yang ditemukan dalam aplikasi web. XSS memungkinan peretas menyuntikkan script ke dalam script yang sudah tersedia. Bug untuk "Non-persistent XSS" adalah kerentanan yang memungkinkan situs berbahaya untuk menyerang pengguna saat mereka melakukan login akun. Sedangkan "Persistent XSS" adalah kerentanan yang lebih kuat yang dapat menghancurkan script karena data yang diberikan oleh penyerang telah disimpan ke dalam server. Stordal menemukan kerentanan-kerentanan ini dan empat perusahaan tersebut telah berterima kasih atas hasil kerjanya.
Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti apakah Stordal dalam kehidupan sehari-hari??
apakah dya sosok remaja autis berkacamata tebal yang suka menghabiskan waktunya di depan komputer??
ternyata tidak, stordal masih merupakan siswa sekolah menengah atas biasa yang menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk bermain video game Team Fortress dengan senjata Airsoft. Ia masih sama dengan anak-anak lainnya yang gemar bermain game. Ia juga bekerja paruh waktu di toko ikan di Bergen, Norwegia. Stordal baru memulai untuk mencari celah keamanan perangkat lunak saat ia berusia 14 tahun. Ia sangat gemar berada di depan PC dan sudah menguasai pemrograman C++.
Stordal ingin melakukan sesuatu yang baru dan meneliti pengetahuan dasar. Obsesinya sangat mulia ia ingin Suatu hari menjadi peneliti celah keamanan perangkat lunak yang digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia."Saya hanya mencoba untuk masuk ke dalam sebuah situs dan mencoba memasukkan kode HTML ke dalam website dan ternyata tidak ada saringan dari kode sumber yang tersedia. Tanpa bermaksud menyombongkan diri ia bilang "Saya menemukan celah keamanan Facebook hanya dalam waktu empat hari, Google tiga hari, sedangkan Apple, hanya lima menit," jelasnya.
Tapi meski berjasa, aktivitas Stordal ternyata tidak disetujui oleh orang tuanya. "Mereka tidak suka saya terus berada di depan komputer. Mereka hanya tidak tahu apa yang saya kerjakan," tutup Stordal.
mungkin orangtuanya belum mengerti tentang apa yang di lakukan,
seperti orang tua pada umumnya pasti orang tua stordal pun khawatir anaknya kebanyakan main game dan menghabiskan waktu sia2 didepan komputer.
Makanya sebagai anak muda kita jangan terlalu menghabiskan waktu di depan komputer untuk kepentingan yang sia-sia boleh main game tapi ada batasannya imbangi dengan belajar agar orang tua percaya dan ilmu yang kita dapatkan tidak sia-sia.
maju terus anak muda indonesia
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar