pelajaran berharga dari goyahnya nokia
Akhir-akhir ini kita telah melihat dengan mata kepala sendiri betapa kemajuan teknologi tidak bisa menjamin sebuah perusahaan raksasa bisa nyaman bertengger di pucuk teratas. Siapapun yang terlambat bergerak akan habis terlindas oleh cepatnya deru langkah teknologi, hal ini seperti mengingatkan kita bahwa di era teknologi informasi ini semua berjalan dengan cepat, tidak ada ruang untuk perusahaan yang lambat dalam berinovasi.
Sebagai contoh kecilnya kita bisa lihat dengan apa yg terjadi padan nokia yang begitu digdaya dan pionir diantara kompetitor-kompetitornya akhirnya bisa goyah dan harus berbagi periuk pasar dengan rival yang sebelumnya selalu membuntutinya, nokia tak lebih seperti pasukan gajah perkasa yang goyah oleh serbuan burung ababil, dalam 3 tahun terakhir harga saham terjun bebas menyentuh angka 80%.
Sungguh ironi untuk sebuah perusahaan sebesar nokia, bahkan di banyak negara, pangsa pasar Nokia jatuh bertumbangan, dalam kategori smartphone produk Nokia terpelanting, dihantam barisan produk kompetitor, smartphone sendiri salah satu kategori terpenting yang banyak di katakan orang penyumbang terbesar anjloknya produk nokia, karena nokia tidak serius menggarap lahan ini dibanding sony maupun samsung, akibatnya bisa dilihat sendiri nokia kewalahan menahan gempuran 2 kompetitornya itu.
Memang nokia belum hancur nokia masih menjadi market leader di eropa tapi prosentasenya semakin kecil, anjloknya saham menyentuh 80% adalah lampu merah untuk nokia jika terus-terus dibiarkan maka bukan tidak mungkin nokia yang begitu digdaya akan terjerembab juga, tergeser oleh para kompetitornya.
Mungkin nokia masih mempunyai harapan, nokia bukanlah kodak yang sudah duluan terjerembab, para petinggi nokia sudah memutar otak bagaimana caranya menyingkapi sinyal-sinyal negatif ini, sehingga nokia bisa mengevaluasi kekurangan untuk kemudian bisa kembali ke jalurnya sebagai market leader global .
Tapi apapun itu sebenarnya ada pelajaran yang bisa kita dapatkan mengenai goyahnya pasar nokia belakangan ini, salah satunya janganlah puas dengan apa yang kita peroleh, di era kemajuan teknologi informasi berpuas diri artinya siap di gulung kompetitor lain. pencapaian sebagai market leader bukanlah tujuan utama, tapi terus belajar dan berinovasi bersinergi dengan kemajuan teknologi adalah kunci utama prestasi.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar