Brazil kemungkinan jadi negara pertama yang menyensor twiter


Jika thailand menjadi negara pertama yang secara terbuka mendukung sensor tweet, maka brazil kemungkinan akan jadi yang pertama memberlakukan kebijakan penyensoran itu.Hal ini dilakukan atas permintaan pemerintah, tentu saja langkah ini menimbulkan kekhawatiran pemerintah akan membungkam perbedaan suara atas dasar kebijakan itu. Pemerintah Brasil telah mengajukan perintah untuk menghentikan pengguna Twitter dalam beberapa hal.  Carlos Eduardo Alves, juru bicara kantor kejaksaan federal Brasil mengatakan permohonan mengenai perintah tersebut telah diajukan pada Senin. Dia mengatakan, bahwa hakim kemungkinan akan mengumumkan dalam beberapa hari mendatang apakah akan mengeluarkan perintah terhadap pengguna Twiter.
Pemerintah Brasil meminta perintah untuk bisa menghentikan pengguna Twitter yang memberi peringatan pada pengemudi soal pemblokiran jalan yang dilakukan polisi, keberadaan pemantau kecepatan, dan posisi pemeriksaan pengemudi mabuk.
Menanggapi kabar tersebut, pihak Twitter mengatakan dalam sebuah email bahwa mereka belum memiliki apa pun untuk diinformasikan tentang masalah itu. Sensor tweet yang diresmikan bulan lalu oleh Twitter ini, akan diberlakukan pada kicauan pengguna yang dianggap melanggar hukum di suatu negara jika pemerintah mengajukan permohonan untuk penyensoran. Sedangkan Twitter akan memberitahu pengguna setiap kali tweet mereka disensor

Mirip apa yang terjadi di indonesia jika terjadi razia polisi di ruas jalan tertentu maka masyarakat yang mengetahui info dari tweet mungkin akan menghindari jalan itu setelah dapat info dari tweet teman-temannya tentang razia tersebut, selain dari info yang 'nakal' itu, tweet juga berguna untuk para pegawai dan siapapun yang akan bepergian jika di salah satu tempat terdapat kemacetan atau banjir sehingga pengguna tweet yang membaca info itu bisa mengambil jalan alternatif diluar jalan itu sehingga terhindar dari kemacetan dan jebakan banjir.  
Tidak ada komentar

Tidak ada komentar :

Posting Komentar