Prof. Yadav beberkan kunci murahnya komputer tablet "Aakhaas"
- Memilih komponen yang murah tanpa mengorbankan mutu
-Mengoptimalkan proses produksi dengan mempertimbangkan aspek lokasi, upah buruh dan distribusi
-Serta jumlah produksi yang harus mencapai jumlah massal sehingga skala ekonominya bisa tercapai
Adalah resep Prof Yadaf selaku Ketua Tim Pengembang Tablet "Aakhaas" dan Indian Institute of Technology (IIT) Rajasthan sebagai memproduksi komputer tablet termurah bermerk "Aakhaas".
Seperti diketahui IIT Rajahstan India baru-baru ini menghebohkan dunia informasi teknologi dengan memproduksi komputer tablet termurah seharga 35 dolar AS. Awalnya tablet "Aakhaas" hanya dipersenjatai prosesornya 300 MHz sehingga lambat untuk kinerja termasuk pemutaran video, lalu digenerasi selanjutnya demi perbaikan kinerja prosesor pun di upgrade menjadi 1,2 GHz sehingga ikut menaikan harga jual menjadi 60 dolar AS.
Dilain pihak tablet murah tapi berkualitas ini siap dikembangkan indonesia seperti diberitakan sebelumnya Indian Institute of Technology (IIT) Rajasthan siap membantu Indonesia memproduksi komputer tablet murah seharga 35 dolar AS dengan menyediakan bantuan teknis hingga pengembangan produksi.
Prof. S. Yadav, yang didampingi penjabat Direktur IIT Rajasthan Prof. B. Ravindra, menyampaikan kesediaan itu kepada Dubes RI untuk India, Letnan Jenderal TNI (Purn) Andi M. Ghalib dalam kunjungannya ke IIT Rajasthan, Jodhpur, India. Dalam kunjungan itu Dubes Andi M. Ghalib yang didampingi Atase Pendidikan KBRI New Delhi Dr. Son Kuswadi itu, menyambut dengan baik tawaran tersebut, dan akan mengajak beberapa universitas di Indonesia untuk menyambut tawaran itu. Dubes RI juga akan mengusulkan kepada Mendikbud untuk mengadakan program serupa di Indonesia, dengan menggandeng IIT Rajasthan ini yang telah bersedia memberikan bantuan teknisnya. Kunjungan itu juga bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana IIT Rajasthan yang baru dibangun 2008 telah berkembang begitu cepat. Dubes Andi M. Ghalib sangat terkesan atas konsep pengembangan IIT, yang tidak sekadar hanya memakai pendekatan konvensional.
"Mengingat kita akan membangun dua institut teknologi baru di Kalimantan dan Sumatera, maka kita akan ajak para perancangnya untuk melakukan "benchmarking" ke Tanah Air," kata Ghalib.
Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) telah ditunjuk pemerintah untuk mengembangkan institut teknologi masing-masing di Sumatera dan Kalimantan.
Satu gagasan yang bagus selain bisa mempelajari konsep dan cara pembuatan tablet "Aakhaas" kita juga bisa mendorong anak-anak muda kreatif indonesia dalam proyek pembangunan 2 institut di kalimantan dan sumatera sehingga diharapkan nantinya bantuan teknis hingga pengembangan produksi Indian Institute of Technology (IIT) Rajasthan bisa diserap oleh anak-anak muda di institut itu sehingga kedepannya indonesia bisa mengembangkan tablet sendiri yang terjangkau dan berkinerja bagus.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar