Trio raksasa elektronik jepang mengalami kerugian, samsung melenggang menangguk keuntungan
Trio raksasa elektrnonik jepang seperti sharp,sony dan panasonic sedang menghadapi masa suram.
Sony memprediksi rugi USD 2,9 miliar atau Rp 27 triliun, sementara Panasonic telah memperingatkan pihak-pihak terkait bahwa mereka akan rugi USD 10 miliar dalam periode 1 tahun yang berakhir Maret 2012.
Sedangkan Sharp memperingatkan kerugian sebesar USD 4,5 miliar.
dilain pihak Presiden Panasonic, Fumio Othsubo meminta maaf. Dan menyatakan bertanggungjawab atas kerugian yang sedang di alami panasonic, Jika ditotal, kerugian trio raksasa elektronik Jepang itu mencapai sekitar USD 17,4 miliar. Banyak sebab atas Keterpurukan mereka tapi sebab-sebab itu antara lain disebabkan terlalu kuatnya nilai mata uang yen serta bencana alam yang pada akhirnya mengganggu distribusi produk. Dan adapula yang mengatakan kalau kemunduran perusahaan jepang juga dikarenakan
kalah bersaing dengan Samsung Electronics.
Para perusahaan dari Jepang mengalami kesulitan dengan menguatnya Yen, banjir yang melanda perusahaan-perusahaan di Thailand dan lemahnya permintaan untuk produk televisi mereka tidak dapat megimbangi permintaan dibandingkan Samsung dan Apple Inc. Hal ini memicu Sony dan Panasonic untuk fokus pada sektor-sektor lain seperti peralatan medis, panel surya dan rechargeable batteries untuk menaikkan pendapatan.
Sebagai perbandingan, Samsung mencatat profit USD 4,7 miliar. Di sektor bisnis televisi misalnya, Samsung dan LG menang telak dibanding para rival asal Jepang itu. Di sektor lain seperti smartphone, vendor Jepang juga tak berbicara banyak di ranah global. sementara Masamitsu Ohki dari Stats Investment Management mengatakan "Produsen elektronik Jepang sedang dalam kerusakan total. Mereka seharusnya berkompetisi dengan ide-ide, tidak sekadar teknologi," .
makin seru saja pertarungan para raksasa asia dalam berebut pengaruh pasar dunia. saat ini memang samsung sedang memimpin tapi raksasa elektronik jepang pun pasti tidak tinggal diam salah satunya sony yang mengganti CEOnya demi perubahan.
lalu dimana posisi indonesia??
indonesia masih merintis produksi elektronik minimal memenuhi kebutuhan dalam negeri dulu, dan untuk sebuah kemajuan dibutuhkan investasi yang banyak, moga pemerintah mengerti itu bahwa untuk sebuah kemajuan dibutuhkan pengorbanan juga kucuran dana investasi dan riset adalah salah satunya
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar